Tutorial Implementasi — Ujian Praktik Keamanan Sistem Informasi
| Juli 05, 2026 |
Tutorial Implementasi — Ujian Praktik Keamanan Sistem Informasi
Poin 1 — Implementasi Apache Web Server
1. Menyimpan Aplikasi ke Direktori Web Server
A. Buka File Explorer, buka direktori instalasi web server (contoh: C:\Web Server\Web Server\aplikasi-php\aplikasi).
B. Pastikan folder aplikasi sudah berada pada direktori tersebut.
2. Verifikasi Aplikasi Melalui Browser
A. Buka browser, akses alamat aplikasi (contoh: localhost/jasa/admin.php).
B. Pastikan halaman aplikasi tampil dengan benar.
Poin 2 — Konfigurasi Virtual Drive Storage & Keamanan Direktori
1. Menambahkan Virtual Hard Disk Baru di Oracle VirtualBox
A. Buka Oracle VirtualBox Manager, pilih virtual machine yang digunakan, lalu klik menu Settings.
B. Pada menu Settings, pilih tab Storage, kemudian pada Controller: IDE klik ikon Add Attachment dan pilih Hard Disk.
C. Pilih Create untuk membuat hard disk baru, tentukan lokasi file VHD, lalu atur ukuran menjadi 15 GB. Pilih tipe file VDI, klik Create, kemudian pilih Choose dan OK.
2. Inisialisasi Disk Baru di Windows Server 2003
D. Nyalakan (start) kembali virtual machine Windows Server 2003 agar disk baru terdeteksi oleh sistem operasi.
E. Buka Computer Management → Disk Management. Sistem akan otomatis menampilkan wizard Initialize and Convert Disk untuk disk baru yang terdeteksi.
F. Pada langkah Select Disks to Initialize, centang disk baru (Disk 1, 15 GB), lalu klik Next untuk menginisialisasi disk tersebut.
G. Pada langkah Select Disks to Convert, biarkan tidak dicentang (tetap sebagai basic disk) lalu klik Next hingga Finish.
3. Membuat Partisi Baru dengan Sistem File NTFS
H. Klik kanan pada area Unallocated di Disk 1, lalu pilih New Partition untuk memulai New Partition Wizard.
I. Pada langkah Select Partition Type, pilih Primary partition, lalu klik Next.
J. Tentukan ukuran partisi (gunakan ukuran maksimum yang tersedia, ±15 GB), lalu klik Next.
K. Pada langkah Assign Drive Letter or Path, pilih Assign the following drive letter, lalu klik Next.
L. Pada langkah Format Partition, pilih file system NTFS, beri Volume label, centang Perform a quick format, lalu klik Next dan Finish.
4. Membuat Folder Utama dengan Nama Pribadi
M. Buka drive baru yang telah terbentuk melalui My Computer, lalu buat folder baru dan beri nama sesuai nama pribadi sebagai bukti implementasi.
Poin 3 — Analisis Migrasi & Import Database MySQL
1. Mengaktifkan Apache dan MySQL melalui XAMPP
A. Buka XAMPP Control Panel, klik Start pada modul Apache dan MySQL, pastikan keduanya berstatus Running (berwarna hijau) sebelum melanjutkan ke phpMyAdmin.
2. Membuat Database Baru dengan Nama Pribadi
B. Akses phpMyAdmin melalui browser (localhost/phpmyadmin), buka tab Databases.
C. Pada kolom Create database, isikan nama database sesuai nama pribadi (contoh: "muhammad_irvan_fadly"), pilih collation utf8_general_ci, lalu klik Create.
3. Meng-import File SQL ke Database
D. Pilih database yang baru dibuat, buka tab Import, klik Choose File, lalu arahkan ke lokasi file SQL aplikasi (contoh: htdocs/jasa/database/jasa.sql).
E. Pastikan Format diatur ke SQL, biarkan opsi format-specific pada pengaturan default (SQL compatibility mode: NONE), lalu klik tombol Import untuk memulai proses import.
4. Verifikasi Hasil Import
F. Setelah proses import selesai, periksa struktur database — pastikan tabel-tabel dari aplikasi (pada contoh ini: biaya, transaksi, user) sudah muncul dan berisi data dengan benar.
Poin 4 — Perancangan Topologi & IP Jaringan Aman
1. Mengenkripsi Password dengan Fungsi MD5 di phpMyAdmin
A. Buka phpMyAdmin, pilih database dan tabel user (berisi kolom username, password, nama).
B. Pada baris kolom password, ubah dropdown Function menjadi MD5, lalu isikan nilai password pada kolom Value (contoh: "123").
C. Lengkapi kolom lain seperti username dan nama sesuai kebutuhan, lalu klik Go untuk menyimpan. Dengan fungsi MD5 ini, password akan tersimpan di database dalam bentuk hash, bukan teks polos (plain text).
2. Menguji Login ke Dashboard Aplikasi
D. Buka aplikasi melalui browser, masukkan username dan password (plain text) sesuai yang telah didaftarkan pada langkah sebelumnya.
E. Pastikan proses autentikasi berhasil dan berhasil masuk ke halaman dashboard aplikasi sebagai bukti bahwa mekanisme enkripsi MD5 pada login berjalan dengan benar.
Poin 5 — Validasi Integritas & Modifikasi Halaman Beranda Web
1. Memodifikasi Kode Halaman Beranda
A. Buka file index.php pada root direktori web server menggunakan text editor.
B. Edit baris header untuk menampilkan nama pribadi, contoh: menambahkan elemen <h3> berisi nama "Muhammad Irvan Fadly" tepat di bawah judul halaman ("Login Admin"), lalu simpan file.
2. Verifikasi Hasil Render di Browser
C. Buka browser dan akses kembali halaman beranda/login aplikasi, pastikan nama pribadi sudah tampil jelas pada bagian header sesuai perubahan yang dilakukan.
3. Memproteksi File dengan Perintah ATTRIB +R
D. Buka Command Prompt, arahkan direktori ke lokasi file (contoh: cd C:\xampp\htdocs\jasa).
E. Jalankan perintah attrib +R admin.php untuk mengubah atribut file menjadi Read-Only.
F. Verifikasi dengan perintah attrib admin.php — pastikan atribut "R" muncul pada nama file, menandakan file sudah terproteksi dan tidak dapat diubah/dihapus tanpa mengubah atribut terlebih dahulu.
0 komentar:
Posting Komentar